Saya bertanya?

EMANSIPASI…

Entah dari mana kata itu berasal, yang saya tahu arti dari kata Emansipasi itu adalah kesetaraan gender. Yang diteriakan oleh para wanita, untuk mendapatkan hak-hak mereka yang terabaikan, keberadaan mereka yang dipandang sebelah mata, dan menganggap kaum kami sebagai perhiasan yang pantas untuk dipajang bila memang terlihat bagus.

Tapi, apa benar itu semua tujuan dibalik sebuah Emansipasi?

Apa benar Emansipasi memberikan kesempatan dan ruang untuk para wanita agar tidak lagi dianggap remeh oleh kaum laki-laki?

Mungkin beberapa kalangan ada yang benar menafsirkan dan melakukannya. Tapi, pada kenyataan hidup yang saya lihat bukan itu. Emansipasi yang diteriakan adalah, cara bagaimana agar wanita mendapatkan kepuasan bukan keadilan. Wanita semakin menjadi melakukan kebebasan yang berdalih sebagai Emansipasi. Mereka, mengatasnamakan kesetaraan untuk menindas dan mempermalukan imam mereka. Apa sebenarnya yang sedang terjadi pada wanita?

Saya berusaha menelaah dan memperhatikan beberapa kejadian dilingkungan sekitar. Beberapa kejadian yang mencengangkan mata saya. Mereka… Yang mengaku sebagai seorang wanita, nyatanya jelas-jelas mengabaikan kewajiban mereka sebagai seorang wanita, mereka menyakiti diri sendiri dan keluarga. Tindakan dan prilaku yang tidak memperlihatkan mereka sebagai seorang wanita.

Saya hanya sangat miris kepada mereka yang berdalih mengatasnamakan Emansipasi sebagai senjata mereka mengabaikan anak dan keluarga. Mereka tidak pernah berpikir, betapa jahatnya mereka kepada anak yang mereka kandung selama 9 bulan dan susah payah melahirkan dengan pengorbanan nyawa yang dipertaruhkan.

Banyak anak yang lebih dekat dengan pengasuhnya dibandingkan ibu kandungnya sendiri, betapa kejadian yang sangat miris. Melaporkan suami mereka atas tindakan kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) yang sebenarnya adalah kesalahan dari wanita itu sendiri. Yang mereka tahu, mereka punya perlindungan atas diri mereka apabila diberikan peringatan oleh suaminya. Penyalahgunaan dari perlindungan itu digunakan sebagai tumbal dari kedurhakaan mereka terhadap suami. Terlalu asyiknya mereka pada karir yang susah payah dibangun, hingga mengabaikan anak dan keluarga. Apa sebenarnya yang wanita cari dari sebuah Emansipasi?

Contohnya…

“Suami memukul seorang istri karena tidak mau beribadah, itu diperbolehkan apabila si istri sudah tidak dapat lagi diberitahu dengan cara halus.” Tapi, hukum menyatakan bahwa itu adalah tindakan kekerasan. Mau jadi apa wanita didunia ini, jika kelakuan mereka saja semakin brutal, semakin keluar dari batas norma-norma agama. Mereka keluar dari rasa malu yang harusnya dijaga.

Ini adalah pengalaman saya, saya pernah menjadi anak yang sangat menyakiti kedua orang tua saya dengan kelakuan dan pergaulan saya. Saya selalu membantah apa yang mereka perintahkan, saya tidak menjaga rasa malu saya terhadap orang-orang. Saya melakukan yang saya sukai, karena saya berpikir saya sama saja seperti adik laki-laki saya, yang bebas pergi kemana saja sesuka hati saya tanpa memikirkan bagaimana caranya menjaga nama baik keluarga saya. Saya berpikir wanita juga bisa menjaga dirinya seperti seorang laki-laki.

Tapi, ternyata itu juga yang membuat saya menyadari dan mendapatkan sesuatu yang berharga. Bahwa wanita bukan sebagai perhiasan, wanita juga tidak sekuat laki-laki. Wanita pada kodratnya adalah seorang yang lembut dan penuh kasih sayang, Makmum dari seorang imam, Ibu dari seorang anak dan tumpuan bagi penerus generasi.